Pages

Showing posts with label Stratigrafi. Show all posts
Showing posts with label Stratigrafi. Show all posts

Monday, December 27, 2010

BIOSTRATIGRAFI

OLEH FANDY AHMAD KURNIAWAN/270110090007

Stratigrafi adalah Ilmu yang mempelajari proses pengendapan suatu lapisan batuan serta distribusinya untuk menceritakan sejarah sedimentasi tersebut. Dari hasil pembelajaran tersebut maka akan mendapatakan perbandingan yang nantinya akan dikorelasi berdasarkan litologi dari hasil sedimentasi yang di sebut Litho stratigrafi, serta kandungan Bio yang di sebut bio stratigrafi, maka akan di dapatkan umur relatif dari strata lapisan tersebut untuk diceritakan sejarahnya yang biasa di sebut krono stratigrafi. Setiap ilmu terapan dalam cabang geologi memang memiliki cakupan yang sangat luas apalagi ingin membahas secara detail. dan juga di butuhkan proses tapi sekarang proses itu lagi terhambat dikarenakan adanya kepentingan-kepentingan yang tidak logis dan juga aneh bagi saya.

Monday, December 20, 2010

Stratigrafi daerah Karangsambung


By: Muhammad Winniardli 270110090009

Batuan Pra Tersier/Luk ulo Melange Complex
Merupaka batuan tertua yang tersingkap di zone pegunungan serayu selatan yang berumur kapur tengah-paloecene (asikin,1974). Kelompok batuan ini disimpulkan sebagai kompleks melange yang terdiri dari graywacky, schist, lava basalt (pillow lava), gabro, batugampingmerah, rijang, lempung hitam yang bersifat serpihan. Semuanya merupakan campuran yang bersifat Tektonik.
Formasi Karangsambung
Merupakan kumpulan endapan olisthostrom, terjadi akibat pelongsoran karena gaya berat dibawah permukaan laut, melibatkan endapan sedimen yang belum mampat, berlangsung pada lereng parit dibawah pengaruh endapan turbidit. Merupakan sedimen Pond dan diendapkan diatas Bancuh Lukulo. Terdiri dari konglomerat polimik, lempung abu-abu, serpih dan beberapa lensa batugamping foraminifera besar. Hubungan tidak selaras dengan batuan Pra Tersier, berumur Eocene-Oligocene.
Formasi Totogan
Litologi berupa breksi dengan komponen batulempung, batupasir, batugamping, napal dan tufa. Berumur Oligocene-Miocene awal dan diendapka selaras diatas Fm. Karangsambung. Harloff (1933) dan Tjia HD (1966) menamakan sebagai Tufa Napalan I, sedangkan Suyanto & Roskamil (1974) menyebutnya dengan lempung breksi.
Formasi Waturanda
Litologi berupa batupasir vulkanik dan breksi vulkanik yang berumur Miocene awal-Miocene tengah, selaras diatas Fm. Totogan. Formasi ini mempunyai anggota Tuff, dimana Harloff (1933) menyebutnya sebagai Eerste Merger Tuff Horizon.
Formasi Penosogan
Diendapka selaras diatas Fm. Waturanda, litologi terdiri dari perselingan batupasir, batulempung, tufa, napal, kalkarenit. Berumur Miocene Awal-Miocene Tengah.
Formasi Halang
Menindih selaras diatas Fm. Penosogan, Litologi terdiri dari perselingan batupasir, batulempung, napal, tufa dan sisipan breksi. Merupakan kumpulan sedimen turbidit bersifat distal sampai proksimal, pada bagian bawah dan tengah kipas bawah laut, berumur Miocene ahkir-Pliocene.
Formasi Peniron
Diendapkan selaras diatas Fm. Halang, litologi terdiri dari breksi polimik dengan komponen andesit, batulempung, batupasir dengan masa dasar batupasir sisipan tufa, batupasir, napal dan batulempung, berumur pliocene.
Batuan Vulkanik Muda
Tidak selaras dengan yang dibawahnya, Litologi terdiri dari breksi dengan sisipan batupasir tufan, dengan komponen andesit dan batupasir.


Sikuen Stratigrafi

Ria Fitriany
270110090011



Secara teori sikuen stratigrafi merupakan suatu metode pengendapan-pengendapan pada suatu cekungan sedimentasi, dan sikuen ini juga dapat diterapkan dalam suatu evaluasi eksplorasi hidrokarbon. Analisis stratigrafi sikuen memerlukan data yang menyeluruh dari berbagai disiplin ilmu geologi, termasuk biostratigrafi. Secara hipotesis, biostratigrafi (foraminifera) dapat dijadikan alat untuk mengidentifikasi sikuen. Studi kasus di daerah lintang rendah telah dilakukan dan beberapa parameter seperti asosiasi biofasies, bioevent, kelimpahan, serta keragaman dan komposisi fauna telah dicoba diterapkan untuk mencari pola atau karakteristik tertentu yang dapat dijadikan alat untuk mengidentifikasi sikuen. Peran biostratigrafi foraminifera sebagai alat dalam interpretasi sikuen tampaknya dipengaruhi oleh lingkungan tempat endapan sedimen ditemukan. Pada endapan laut dangkal, meskipun resolusi umur kurang baik, batas sikuen, komponen sikuen, dan beberapa horison dalam sikuen akan lebih dapat dikenali dari pola sebaran foraminiferanya sebaliknya, pada laut dalam, meskipun resolusi umur akan lebih baik, unsur lain kurang terlihat dengan baik, kecuali bidang condensed section yang berasosiasi dengan maximum flooding surface.

MAGNETOSTRATIGRAFI

BY ALFAUZAN AMIR/270110090008


Magnetostratigrafi merupakan salah satu metode dalam stratigrafi yang berdasarkan magnetis tubuh karakteristik batu atau teknik yang digunakan untuk kronostratigrafi tanggal urutan sedimen dan vulkanik. Prinsip magnetostratigrafi ialah menganalisa sampel untuk menentukan sisa detrital magnetisme (DRM).
DRM merupakan polaritas medan magnet bumi pada waktu lapisan diendapkan. Hal ini dimungkinkan karena ketika sangat halus mineral magnetik (<17 mikrometer) jatuh melalui kolom air, mereka menyesuaikan diri dengan medan magnet bumi. Mineral, pada dasarnya, berperilaku seperti kompas kecil.
Yang paling berguna untuk magnetostratigrafi properti magnetik hasil dari perubahan dalam arah magnetisasi dari batuan. Kristal dalam batu-batuan magnetis selaras dengan Bumi medan magnet. Bumi medan magnet telah berubah selama ribuan tahun dan arah magnetik yang 'tercatat' dalam kristal batu karena batu-batu menjadi magnet dalam arah medan magnet bumi pada waktu pembentukan mereka. Perubahan dalam medan magnet bumi disebabkan oleh pembalikan dalam polaritas medan magnet bumi, maka kutub magnet bumi berubah secara harfiah lokasi. Pembalikan polaritas bumi telah terjadi berkali-kali selama sejarah geologis.

Friday, December 17, 2010

SERBA-SERBI STRATIGRAFI

By RIZAL MUTTAQIEN 270110090010

1 .Pendahuluan
Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan batuan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi. Dari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun absolutnya (kronostratigrafi). stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan.

Ilmu stratigrafi muncul untuk pertama kalinya di Britania Raya pada abad ke-19. Perintisnya adalah William Smith. Ketika itu dia mengamati beberapa perlapisan batuan yang tersingkap yang memiliki urutan perlapisan yang sama (superposisi). Dari hasil pengamatannya, kemudian ditarik kesimpulan bahwa lapisan batuan yang terbawah merupakan lapisan yang tertua, dengan beberapa pengecualian. Karena banyak lapisan batuan merupakan kesinambungan yang utuh ke tempat yang berbeda-beda maka dapat dibuat perbandingan antara satu tempat ke tempat lainnya pada suatu wilayah yang sangat luas. Berdasarkan hasil pengamatan ini maka kemudian Willian Smith membuat suatu sistem yang berlaku umum untuk periode-periode geologi tertentu walaupun pada waktu itu belum ada penamaan waktunya. Berawal dari hasil pengamatan William Smith dan kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang susunan, hubungan dan genesa batuan yang kemudian dikenal dengan stratigrafi.